Posted in renungan

Self Reflect : Define

Entah sudah ke berapa kalinya saya ingin menulis dengan judul di atas. Tidak harus dituliskan memang, karena memang seharusnya refleksi diri sudah menyatu di dalam diri, sebagai salah satu pengingat untuk melangkah menuju arah yang lebih baik. Namun, saya ingin menuliskannya.. Karena dengan menulis, saya akan lebih merasa bahwa saya pernah melewati step-step perjalanan ini.

Refleksi ini saya khususkan untuk setahun yang telah lewat. Setahun ini, saya telah memasuki fase baru. Terlalu banyak hal baru yang telah saya lewati dan dapatkan. Saya mencoba mengingat setahun yang lalu, saya rasa saya tidak berharap akan mendapatkan hal-hal sebanyak ini. Setahun yang lalu, saya tidak menyangka saya akan seberubah ini dalam cara pandang dan aktivitas yang akan saya jalani. Boleh dibilang dulu pikiran saya sempit, sangat sempit. Entah itu karena kurangnya wawasan ataupun saya yang memilih demikian, dulunya. Tentu saat ini saya sangat bersyukur dengan apa yang telah saya lewatkan. Di balik apa yang telah terjadi, selalu ada campur tanganNya yang maha tahu apa yang terbaik untuk kita.

Mendefinisikan sesuatu itu penting. Selain dapat memperjelas, hal ini dapat memperkecil kemungkinan perselisihan. Mendefinisikan diri juga sama pentingnya. Tidak hanya diri, mendefinisikan mimpi pun penting. Dengan mendefinisikannya, arahan yang akan dituju lebih jelas. Ketika jalan kita melenceng, kita pun akan dapat mengatur kereta kita untuk kembali ke track, ketika acuan kita jelas. Selain itu, dengan mendefinisikan apa yang diinginkan, semoga Tuhan memperindahnya di realita kelak.

“You can achieve whatever you desire, but you must first define what you want.” – Jeffrey Benjamin

sumber : http://www.joshuanhook.com/define-yourself-by-what-you-are-for/
sumber : http://www.joshuanhook.com/define-yourself-by-what-you-are-for/

Jadi, berikut merupakan beberapa definisi tentang orang yang saya ingin capai, sebagai bahan refleksi setahun ini :

1. Saya ingin menjadi Manusia yang Seimbang

Saya ingin menjadi manusia yang seimbang, dalam urusan dunia dan akhirat. Urusan dunia sendiri terbagi atas akademik, organisasi, kegiatan sosial, hiburan, dan sebagainya.

“Bagaimana caramu belajar dan membagi waktu?”

“Jangan memaksakan diri. Ketika lelah, sebaiknya beristirahat. Berusahalah seimbang, jangan sampai stress.”

– saat ditanyai di tengah masa-masa menjelang ujian SMA

Seringnya, kemarin-kemarin saya masih mementingkan kepentingan dunia apabila dilihat dari kuantitasnya. Bahkan, saya sendiri cenderung tidak bisa mempertahankan jadwal yang dulu-dulu telah baik dan rapi saya buat. Kehidupan kampus sedikit banyak telah mengubah ritme hidup saya. Dan saya pikir, setahun ini sudah cukup untuk penyesuaian. Saatnya kembali menyusun jadwal dengan mempertimbangkan keadaan sekarang, dan yang terpenting adalah merealisasikannya dengan progress walaupun sekecil apapun itu.

2. Saya adalah Mahasiswa

Saya adalah seorang mahasiswa sekarang. Terlepas dari kehidupan akademiknya, mahasiswa dituntut menjadi generasi yang kontributif dan solutif untuk bangsa ini. Tidak, dulu saya juga tidak pernah berpikiran sejauh ini. Saya masih ingat, dulu ketika saya masih SMA, pandangan saya dan mayoritas orang di sekitar saya adalah bangku kuliah adalah jejak lanjutan menuntut ilmu. Walaupun pandangan saya sekarang jauh lebih luas dan berbeda, namun tetap saja tugas utama seorang mahasiswa adalah menuntut ilmu. Jika didasarkan pada definisi itu, sungguh semester ini saya gagal :’). Saya cenderung berorientasi pada selesainya tugas daripada menghayatinya secara menyeluruh. Saya terlalu melupakan tugas dan tekad saat saya pertama kali diterima di sini, sehingga saya cenderung belajar hanya saat akan ada kuis atau ujian. Saya rasa, status saya adalah mahasiswa abal-abal jika saya masih seperti ini seterusnya.

3. Saya adalah Seorang Profesional

Suatu ketika, ada orang yang bertanya kepada saya tentang bagaimana sifat orang yang tidak saya sukai. Dengan jelas, saya menjawabnya, “saya tidak suka dengan orang yang tidak profesional”. Sesungguhnya, saat itu saya sedang berusaha menasehati dan mengingatkan diri sendiri. Karena pada saat itu, saya sadar bahwa saya memang telah berbuat tidak profesional di banyak kegiatan. Ada yang pernah bilang bahwa, saat kita berbicara, sesungguhnya saat itulah kita sedang mengingatkan diri sendiri, karena telinga kita adalah telinga yang paling dekat dengan mulut kita. Itulah yang mendasari saya menjawab demikian. Ketika saya telah sering dengan ‘mudah’ menyanggupi banyak hal dan pada akhirnya tidak bisa berbuat maksimal. Saya rasa, saya telah mengkhianati diri sendiri yang dulu pernah berkata “saya akan berusaha mengimbangi”. Kenyataannya, saya melaksanakan tugas saja kurang maksimal, apalagi berbuat lebih. Untuk ini, saya harus benar-benar meluruskan niat saya kembali, bahwa ini bukan tentang bagaimana kelihatannya, tetapi adalah tentang seberapa besar tanggung jawab kamu akan sesuatu yang telah diamanahkan.

4. Saya adalah Anak Rumahan

Tentu yang saya maksudkan dengan “anak rumahan” bukanlah orang yang home-oriented dan tidak mengenal lingkungan sekitar. Saya sadar, bahwa sebagai seorang mahasiswa, kampus dan berbagai kegiatan akan berusaha mengisi prioritas teratas, dan hal tersebut tidak bisa diabaikan. Namun, sebagai seorang anak yang tinggal bersama keluarga di rumah yang masih satu daerah dengan kampus, hal ini bukan perkara mudah. Terkadang, ada saja hal-hal yang memaksa kita setiap hari harus keluar dari rumah. Bahkan, saya hampir setiap harinya menghabiskan waktu selama 11 jam di luar rumah. Saya cukup sedih ketika ibu saya berkata, “setiap hari kok keluar terus”. Sejujurnya saya hampir tidak tahu harus menjawab bagaimana pada pertanyaan seperti itu. Saya mungkin tidak bisa menjanjikan akan selalu ada di rumah ketika kegiatan perkuliahan telah selesai, namun paling tidak saya akan memasukkan hal ini sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan suatu kegiatan.

5. Saya adalah Seorang Intelektual

Saya tidak akan berbicara bahwa saya harus memiliki kecerdasan tinggi untuk menjadi seorang intelektual yang sebenarnya. Tidak, bukan itu yang ingin saya sampaikan. Paling tidak, seorang intelektual menurut saya adalah dia yang memiliki wawasan luas tentang lingkungannya dan peka terhadapnya. Dan sebagai mahasiswa, sebagai seorang intelektual, ada beberapa hal yang sudah seharusnya menjadi sarapan sehari-hari, yakni budaya intelektual. Budaya ini paling tidak mencakup baca, tulis, diskusi, dan aksi. Saya tidak akan berbicara jauh tentang aksi, karena sampai sekarang saya masih mengumpulkan niat dan keberanian untuk itu. Dan lagi, untuk baca, tulis, dan diskusi saja saya masih kurang. Saya membuka koran atau internet untuk sekedar membaca berita saja sangat jarang, bagaimana untuk tahap selanjutnya. Bagaimanapun, hal ini harus saya ubah kalau saya memang berkeinginan menjadi pelita di negeri ini.

6. Saya adalah The-Most-Awesome Me

Ketika ditanya apa life goal saya, hal di atas adalah jawabannya. Definisi-definisi orang yang ingin saya capai sebelumnya juga merupakan beberapa detail dari definisi terakhir ini. Saya ingin memaksimalkan potensi saya sampai yang terbaik maksimal yang saya bisa, di bidang apapun itu.

be-the-best-of-youKarena sekarang saya belum bisa mewujudkannya, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memulai. Memulai memang tidak gampang, ada banyak keraguan yang harus ditepis, tapi bukan berarti tidak mungkin. Di tengah jalan yang sudah terpampang di depan mata, saya juga masih ingin berpetualang, mewujudkan mimpi-mimpi yang lain. Dan insya Allah, saya tidak akan berhenti sampai saya telah menjadi seorang awesome yang bermanfaat dan dapat diandalkan oleh bangsa, keluarga, dan anak-anak saya nanti :’)

Yogyakarta, di tengah persiapan untuk berlari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s